PENGALAMAN PERKULIAHAN SEMESTER 4

NAMA: ADITYA ISLAMI

NIM    :11901355

Assalamu’alaikum Wr.Wb

       Pada kesempatan kali ini saya akan menulis pengalaman saya di perkuliahan semester lalu, karena ini juga akan menjadi syarat laporan untuk peng ACC an kRS. Walaupun tidak banyak terjadi apa apa pada semester lalu , ya begitulah kalau saya sendiri menjalaninya dengan perasaan yang boleh dikatakan senang, dengan system perkuliahan online ini saya tidak hanya mendapatkan jam kuliah tapi saya juga bisa mendapatkan jam kerja, walaupun bisa dikatakan sampingan, tapi itu cukup untuk sekedar membeli bensin, paket internet(karena tidak ditanggung pihak akademik ya kan) kemudian cukup membeli kopi, rokok sesekali dan bahkan bisa untuk menabung walau itu tak banyak tapi itu berguna kalau dilakukan secara rutin. Begitulah setiap harinya, kalau pagi ada jam kuliah berarti saya ngojek onlinenya sore atau malam begitupun sebaliknya.yang terpenting itu adalah cara kita mengatur waktu, selain kuliah,kerja saya juga terbilang aktif diorganisasi baik itu internal maupun ekternal kampus. Sering saya dengar bahwa organisasi hanya akan menghambat perkuliahan, tapi sepertinya saya tidak merasakan hal itu, dengan berorganisasi saya mendapatkan pengalaman yang tak saya dapatkan dikelas, terlebih perkuliahan online seperti sekarang. Capek tentu capek bukan hanya capek tapi beresiko, memang ketika kita melakukan sesuatu kita juga harus mengorbankan sesuatu, dan itulah yang saya alami contohnya seperti ini, ketika hari ini ada perkuliahan di pagi hari dan kegiatan organisasi di sore sampai malam hari, nah jika seperti ini kasusnya saya akan mengorbankan waktu kerja saya untuk bisa hadir diorganisasi, dan seperti itu seterusnya, biasanya saya juga mengorbankan organisasi saya untuk kerja, karena mungkin biasanya domper udah terlalu kering hehe, tapi tidak berlaku untuk jam kuliah saya, kuliah is first, saya akan tetap kuliah dimanapun kapanpun dan sesibuk apapun, karena tujuan awal saya adalah kuliah dan organisasi adalah pelengkap dari perkuliahan.dan walaupun disemester 2 saya cuti karena ada sedikit masalah saat itu, akan saya usahakan supaya masalah itu tak menjadi penghalang saya sarjana dengan cepat nantinya amiin. karena menjadi seorang sarjana adalah impian banyak orang terutama orang tua yang ingin sekali melihat anaknya memiliki gelar sarjana, karena bagi mereka adalah kebanggan tersendiri ketika berhasil mengkuliahkan anaknya hingga sarjana, walaupun tak sedikit orang tua yang tak terlalu memikirkan hal itu pada anaknya, yang terpenting sudah menyekolahkan hingga tingkat SMA agaknya itu sudah cukup . bahkan pernah saya mendengar orang tua saya berkata bahwa ketika saya sudah sarjana nanti mereka tenang untuk meninggalkan dunia ini, sedikit tertegun tapi sudahlah masalah rezeki,maut dan jodoh sudahlah menjadi ketentuan takdir dari sang pencipta pikirku.kakakku juga seorang sarjana, bukan hanya sarjana tapi juga mendapatkan predikat sebagai sarjana tercepat, bagaimana aku harus bermalas-malasan jika melihat track recordnya. Ya begitulah pengalamanku pada perkuliahan semester 4, semester 4 itu tidak juga bisa dikatakan semester sibuk dan tidak pula santai tapi kembali lagi ke diri masing masing, ada yang merasa sibuk padahal nyatanya santai dan ada yang berusaha santai padahal nyatanya sibuk,dan saya lebih suka yang santai tapi pasti, saya tidak suka hal hal yang keburu, karena selain otak kita kurang dapat berpikir dengan jernih, buru buru juga adalah bagian dari sifat setan. Ketenangan adalah segalanya apapun itu hadapi degan tenang sembari memikirkan hal yang paling pas untuk kita lakukan selanjutnya. Kemudian disemester 4 lalu cukup membuat saya bingung dengan kegiatan apa yang harus saya buat, mengingat bahwa saya adalah DUTA FTIK 2021 dan tentunya harus memiliki kegiatan dalam upaya mempromosikan FTIK lebih luas lagi, tapi bagaimana jika seluruh mahasiswa berada dikampung halaman masing masing?, hanya ada beberapa yang ada dipontianak,karena saya rasa tidak cukup jika hanya selalu mengadakan kegiatan via daring, turun langsung kelapangan saya rasa lebih penting. Saya akan sedikit memaparkan peran DUTA disebuah kampus atau universitas sebagai berikut:

Menjadi seorang duta atau putra putri kampus tidak hanya sebatas mengandalkan kecantikan dan kemolekan tubuh, tetapi juga harus diimbangi dengan kecerdasan, kepribadian dan kemampuan diri.

Pesan ini disampaikan oleh Runner Up Putri Pariwisata Indonesia 2013 Tribuana Ardhia Garini, dalam acara audiensi finalis Putra Puti Minat Bakat (PPMB) IBI Darmajaya dengan Ikatan Muli Mekhanai Lampung (IMMEL), Sabtu (4/1).

Dihadapan 10 pasangan finalis PPMB Darmajaya, Ardhia yang juga terpilih sebagai Runner Up Muli Mekhanai Propinsi Lampung ini menuturkan, penampilan atau menjadi cantik dan tampan memang sangat penting, tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas kepribadian yang baik dan kemampuan yang mumpuni.

“Menjadi duta tidak semata-mata karena kita cantik, putih dan tinggi, tapi juga harus punya kepribadian yang baik. Dan inilah yang paling penting. Kecantikan yang tidak diimbangi dengan kepribadian dan kemampuan, maka hanya akan menghasilkan kecantikan yang semu” ungkapnya.

Mantan Muli Kabupaten Tulang Bawang ini. juga menekankan kepada calon duta Darmajaya agar senantiasa menanamkan kebaikan dengan landasan yang tulus dan keikhlasan. “Jangan baik karena ada sesuatu, hanya karena Anda sedang ikut kompetisi calon duta, tetapi berbuat baiklah karena itu panggilan jiwa Anda” tegas Ardhia.

Selain mendapat motivasi dari Putri Pariwisata Indonesia 2013, para finalis juga mendapatkan pengarahan dari Runner Up Miss Coffe Lampung 2013, Titi Agoestine. Menurutnya modal utama yang harus dimiliki para peserta dalam berkompetisi menjadi duta adalah rasa percaya diri. Ini, tegas Titi, penting karena dalam setiap kompetisi dibutuhkan keberanian untuk tampil.

“Namun dibalik rasa percaya diri itu, satu hal penting yang tak boleh terlewatkan adalah jadilah diri sendiri. Kita dengan segala kekurangan dan kelebihannya, inilah kita. Kita tidak akan pernah bisa menjadi orang lain” pesan mantan Muli Tanggamus 2010 tersebut.

Dalam berkarya, lanjut Titi yang pernah terpilih menjadi Duta Museum Lampung 2013 ini juga menghimbau kepada para peserta untuk berani berkompetisi ke tingkat yang lebih tinggi dan berkarya didalamnya.

“Jangan hanya berhenti sampai disini. Kejarlah apa yang Anda bisa kejar di level selanjutnya, dan lakukan apa yang ingin Anda lakukan. Karena itu bisa menjadi kesempatan kita untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik” ujar nya.

Sementara itu Koordinator pelaksana PPMB, Redly Hermanto mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pemilihan PPMB tahun 2013-2014. Puncak pemilihan finalis PPMB, dikatakan Redyl, rencananya akan dilaksanakan pada 10 Januari 2014. “Dari 10 finalis selanjutnya akan diambil 5 besar yang nantinya bersaing dalam final pemilihan PPMB 2013-2014.” Jelas Redly disela-sela acara.

Dia berharap para finalis yang nanti terpilih bisa berkarya dan memberikan kontribusi yang lebih baik dari putra putri PPMB tahun-tahun yang sebelumnya. Mampu berperan di masyarakat dan bisa memberikan contoh yang baik bagi seluruh mahasiswa Darmajaya pada umumnya.

Terpisah, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Pemasaran, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M, menjelaskan PPMB merupakan program IBI Darmajaya untuk memilih putra putri terbaik yang nantinya berperan sebagai duta kampus Darmajaya. “Mereka yang nantinya ikut membantu mengenalkan Darmajaya, wakil delegasi dengan pihak eksternal dan turut bagian dalam protokoler”ujar Muprihan.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan Sumber Daya IBI Darmajaya IBI Darmajaya, Novita Sari, S.Sos., M.M., berharap ajang PPMB bisa menjadi rangsangan bagi mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakatnya. “Diajang ini kreativitas, wawasan dan keterampilan mahasiswa di uji. Untuk itu diharapkan minat dan bakat mahasiswa bisa diasah lagi”pungkasnya. 

 dan harapan saya disemester 5 yang akan datang ini, saya bisa menjadi lebih baik lagi dalam hal apapun itu, supaya nantinya tujuan saya untuk menaikkan derajat orang tua saya benar benar terwujud, karena ada orang yang bilang bahwa orang hebat itu berasal dari orang yang disakiti, diremehkan, dihina, dan itu sudah saya rasakan sewaktu masih duduk diSMP dan SMA, tepatnya ketika fisik saya pendek,kecik, hitam dan dekil, dunia seakan tak pernah memandangku, walaupun aku ada disana, tapi sekarang semua sudah berubah dengan nikmat yang diberikan sang pencipta, sedikit demi sedikit saya membuktikan pada dunia, bahwa yang dibawah bukan berarti selamanya akan dibawah, ada masanya dia akan menerjang dan berusaha untuk naik ke atas permukaan, semua hanya tentang waktu bukan?.dan saya tak akan pernah berhenti untuk meraih kesuksesan sebanyak banyaknya, sampai tiba waktuya sang pencipta mengambil kembali jiwa dan raga yang Dia titipkan ini. Siapapun nantinya yang membaca tulisan ini ingatlah bahwa kita tak perlu nyaring untuk didengar, juga tak perlu tinggi untuk dipandang, tapi prinsip dan etika yang baiklah yang bisa menghantarkan kita kemanapun kita mau asal kita mau sakit, mau jatuh berkali kali, mau berusaha dan saya rasa itulah kuncinya dan tak lupa doa orang tua yang setiap detik selalu mengalir untuk kita, tak ada lagi alasan untuk kita tak berusaha membahagiakannya didunia smpai ke akhirat, mungkin hanya itu saja yang bisa saya tulis harapannya kita semua selalu dalam lindungan-Nya, orang tua, guru, saudara, teman, karena mereka lah saya kuat sampai saat ini, terima kasih semuanya

Wassalamu’alaikum Wr.Wb..

Komentar