Laporan bacaan
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Peekenalkan nama saya Aditya islami dengan nomor nim 11901355 kelas PAI 4B
Saya akan menyajikan bacaan yang mudah mudahan bermanfaat ini
Saat ini media pembelajaran menjadi komponen yang penting dalam penyampaian pembelajaran. Oleh karena itu, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengadakan Podcast yang membahas materi “Inovasi Media Pembelajaran di Masa Pandemi”, Pada Kamis (15/04).
Dengan menghadirkan dua narasumber hebat yaitu Dosen Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Umsida Akbar Wiguna M Pd dan alumni PTI Umsida Hamzah Mustofa S Pd. Kedua narasumber akan mengupas habis terkait inovasi media pembelajaran.
Di masa pandemi, perlu adanya media pembelajaran untuk membantu mahasiswa dalam melakukan proses perkuliahan agar tidak merasa bosan. Akbar menjelaskan media pembelajaran juga harus menyesuaikan kebutuhan mahasiswa selama pembelajaran. “Semester lalu saya membuat modul media pembelajaran juga diselipkan rekaman audio. Dengan ini akan lebih mudah digunakan dan tidak membutuhkan kuota tinggi,” ujarnya saat podcast.
Pendidikan Teknologi Informasi tidak hanya mencakup IT saja, namun juga terdapat materi – materi yang disajikan dalam proses media pembelajaran. Profil lulusan dari kurikulum PTI selain menjadi pendidik, maka alternatif lain bisa menjadi seorang programmer.
Tak kalah menarik, Hamzah Mustofa saat ini tercatat sebagai pengembang game edukasi. Semasa perkuliahan di jurusan PTI, Hamzah mengatakan bahwa PTI merupakan to in one. “Saat perkuliahan tidak hanya mendapatkan ilmu pendidikan saja, tetapi juga memperoleh ilmu IT,” kata alumni PTI Umsida.
Di masa pandemi, media pembelajaran yang baik menjadi tuntutan lembaga pendidikan agar proses pembelajaran tetap berlangsung. Hamzah menyampaikan berbagai macam aplikasi yang mendukung sebagai media pembelajaran seperti aplikasi zoom, e-learning, edmodo dan lain sebagainya.
Akbar menuturkan untuk bisa mengembangkan media pembelajaran yang efektif. “Pertama kita harus mengerti pengguna nya terlebih dahulu. Gadget seperti apa yang digunakan, juga tipe belajar baik itu tipe audio maupun visual,” tuturnya. Setelah memahami kriteria tersebut, barulah pendidik bisa mengondisikan dan menentukan media pembelajaran yang cocok digunakan saat proses belajar berlangsung. “Selama media tersebut dapat sesuai dengan penggunanya, maka itulah media pembelajaran yang terbaik,” imbuhnya.
Pandemi covid 19 saat ini merubah semua sistem pembelajaran, berbagai jenis media pembelajaran bermunculan . Media pembelajaran daring merupakan salah satu unsur terpenting dalam proses belajar mengajar selain metode pembelajaran konvensional. Diberlakukannya status pandemi COVID-19 mewajibkan hampir semua aktivitas berbasis daring. Model pembelajaran di semua sektor pendidikan diwajibkan PJJ (Pembelajaran jarak jauh) berbasis online. Perangkat pembelajaran yang ada di SMPN 101 Jakarta Barat belum maksimal dalam penggunaan dan memahami informasi pemanfaatan media online baik dalam proses PJJ (Pembelajaran jarak jauh). Sehingga, tujuan dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemahiran para peserta pelatihan khususnya para guru dalam menggunakan media pembelajaran google classroom.
Hasil yang didapatkan dari dilaksanakannya pelatihan ini adalah meningkatnya pengetahuan para peserta pelatihan terhadap model pembelajaran daring dan semakin terampilnya para guru dalam menggunakan aplikasi google classroom sebagai media pembelajaran di masa COVID-19.
Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran guru, dosen, dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar sebab edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, serta kompetensi. Situasi pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kreativitas setiap individu dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, pada acara Medan International Conference on Energy and Sustainability, Selasa (27/10).
“Saat ini pandemi menjadi tantangan dalam mengembangkan kreativitas terhadap penggunaan teknologi, bukan hanya transmisi pengetahuan, tapi juga bagaimana memastikan pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik,” tutur Nizam.
Pada saat yang bersamaan, lanjut Nizam, tantangan ini juga menjadi kesempatan bagi semua tentang bagaimana penggunaan teknologi dapat membantu membawa mahasiswa dan pelajar menjadi kompeten untuk abad ke-21. Keterampilan yang paling penting pada abad ke-21 ialah self-directed learning atau pembelajar mandiri sebagai outcome dari edukasi.
Sekian bacaan yang saya bagikan semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar